Web Hosting

Efek Zat Aditif bagi Tubuh

Kami sajikan informasi Efek Zat Aditif bagi Tubuh dan komplikasi yang disebabkan oleh zat-zat tersebut.

Efek Zat Aditif bagi Tubuh => Dalam kehidupan sehari-hari kita sering emndenganr bahkan berdampingan dengan yang namnya bahan atau zat aditif yang disisipkan di setiap makanan yang kita konsumsi. Zat aditif tersebut adalah sebagai berikut

1. Zat Pewarna

Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan tersebut lebih menarik.
Contoh pewarna alami: Contoh pewarna sintetik:
a. Anato (orange) a. Biru berlian (biru)
b. Karamel (cokelat hitam) b. Coklat HT (coklat)
c. Beta karoten (kuning) c. Eritrosit (merah)
d. Klorofil (hijau) d. Hijau FCF (hijau)
Dapat menyebabkan kerusakan sel, sel saraf dan menyebabkan tenggorokan kering, zat pewarna biasa digunakan dalam minuman penghilang rasa haus seketika, oleh karena itu minuman yang menggunakan zat pewarna dapat mengkibatkan menurunnya daya tahan tubuh, sakit kepala, dan kerusakan ginjal

2. Penyedap Rasa dan Aroma serta Penguat Rasa

Zat aditif ini dapat memberikan, menambah, mempertegas rasa dan aroma makanan.
Penyedap rasa dan aroma (flavour)
Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester.
Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum).
Dapat menyebabkan regenerasi kanker dan merusak sel, penyedap juga dapat menyebabkan translasinya sel menjadi abnormal sehingga menjadi tumor ganas.

3. Penguat Rasa (flavour echancer)

Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin.
Zat pemanis buatan
Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya sakarin (kemanisannya 500x gula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol.
Dapat menyebabkan diabetes dan kerusakan lambung. Selain itu pemanis buatan juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan organ pankreas. 

4. Pengawet

Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:
a. Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.
b. Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
c. Natrium nitrit (Na No2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet kalangan.
d. Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.
Dapat menyebabkan pengapuran pada tulang dan, kerusakan lambung dan usus.

5. Anti oksidan

Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi.
Contoh:
a. Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium), digunakan pada daging olahan, kaldu, dan buah kalangan.
b. Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan
c. Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarin dan mentega.
Dapat menyebabkan pertumbuhan sel menjadi kanker atau amandel, zat ini juga dapat menyebabkan penyakit tipes.

6. Pengemulsi, Pemantap, dan Pengental

Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan.
Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab
Zat ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan usus halus.

7. Pemutih dan Pematang Tepung

Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat
Dapat menyebabkan iritasi lambung dan menyebabkan semakin menumpuknya lemak dalam tubuh.

8. Pengatur Keasaman

Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat.
Menyebabkan terganggunya tiga tahap pembentukan urine dalam ginjal sehingga asam ini dapat menyebabkan terangkatnya batu ginjal dan kencing manis.

9. Anti Kempal

Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja).
Zat ini dapat menyebabkan penumpukan kristal di persendian sehingga menimbulkan penyakit rematik danm asam urat.

10. Pengeras

Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan). Dapat menyebabkan maag kronis dan kerusakan hati.

informasi Efek Zat Aditif bagi Tubuh dan komplikasi yang disebabkan oleh zat-zat tersebut. Semoga bermanfaat dan Salam sehat.
Selanjutnya : Tanaman Berkhasiat

1 comments:

Unknown said...

Lumayan Lah


Kunjungi my blog http://rivaldycyber.blogspot.com/

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Terbaru

Kunjungan Hari Ini

pagerank

sirmanggisak.blogspot.com Alexa/PageRank